PILKADA Sulsel
Ada yang nonton liputan 6 Pagi ini??
Klo ada yang menonton pasti tau kenapa liputan 6 pagi ini cukup
spesial. Yah, hal ini disebabkan karena Bayu Sutiyono dan Nova Rini
membawakan berita pagi SCTV ini di Makassar plus di salah satu tempat
favorit saya yaitu pantai losari. Pada awalnya saya bingung kok tumben
berita pagi ini dibawakan dari luar studio dan terlebih lagi di kota
Makassar. Yah, ternyata saya baru ingat hari ini adalah PILKADA Sulsel.
Hari senin ini, 5 November 07, penduduk sulsel yang berada di Makassar
dan 22 kabupaten lain akan menggunakan hal pilihnya untuk pertama kali
pada pemilihan langsung Gubernur dan Wakil gubernur Sulsel 2008-2013.
Pilkada Sulsel diikuti tiga pasang kandidat, yakni Amin Syam (Gubernur Sulsel saat ini)-Mansyur Ramly (Mantan rektor Universitas Muslim Indonesia, Makassar), Aziz Qahhar Mudzakkar (Anggota DPD Sulsel, Anak dari Kahar Mudzakkar, tokoh DI-TII Sulsel)-Mubyl Handaling, dan Syahrul Yasin Limpo (Wakil Gubernur Sulsel saat ini) - Agus Arifin Nu’mang (Ketua DPRD Sulsel). Pemenang pemilihan kepala daerah Sulawesi Selatan sangat susah untuk diprediksi. Tiga pasangan kandidat mempunyai basis suara yang kuat di daerah asal mereka masing-masing. Para pasangan juga didukung banyak partai politik. Tak heran mereka akan bersaing ketat. [dikutip dari sini]
Dari sudut pandang pribadi saya sebagai orang yang pernah tinggal di makassar menilai bahwa Amin-Mansyur (Asmara) dan Syahrul-Agus (Sayang) merupakan dua pasangan yang menjadi calon kuat di Pilkada ini. Amin-Mansyur merupakan pasangan yang diusung salah satunya oleh partai Golkar dimana Golkar merupakan sebuah partai yang masih memiliki basis kuat di Makassar sendiri. Trus, yang saya herankan kok latar belakang Mansyur Ramly yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Jusuf Kalla (lupa sebagai apa gitu) dibawa-bawa. Pengaruh keluarga ‘Kalla’ mungkin bisa menjual. Yah mungkin ini namanya politik
Syahrul-Agus juga merupakan pasangan yang berasal dari partai Golkar namun pada pilkada kali ini tentunya secara etis tidak bisa membawa nama besar Golkar. Namun, ada juga latar belakang lain sering disebutkan yaitu karena Syahrul Yasin Limpo merupakan satu-satunya calon Gubernur yang berasal dari suku/etnis Makassar dibandingkan kedua calon lain yang bersuka Bugis (nah ini suku Ayah saya ^_^). Melihat sejarahnya, para Gubernur Sulsel terdahulu semuanya berasal dari suku bugis dengan daerah yang bermacam-macam. Belum pernah ada gubernur yang berasal dari suku/etnis Makassar, padahal suku makassar cukup mendominasi suku Bugis sebagai penghuni wilaya Sulsel [dikutip dari sini]. Makanya sempat ada pihak berharap tampilnya figur Makassar sebagai sulsel-1. Yah,, yah,,, gak jauh beda ma issue keluarga tadi saya sendiri gemes aja dengan pihak yang membawa issue etnis dalam pemilihan Pilkada ini.
Propinsi dengan ibukota Makassar ini merupakan daerah yang memiliki potensi yang besar dan menjadi propinsi termaju di kawasan Indonesia Timur. Tak peduli apapun asal partai politik, organisasi kemasyarakatan, keluarganya, suku, asal daerah, tempat tinggal, usia tua maupun muda, pekerjaan, tingkat kemapanan hidup, dan tingkat pendidikannya, atau apa saja yang selama ini menjadi sekat kebersamaan, Semoga masyarakat sulawesi selatan memilih pemimpin yang dapat memajukan daerah tersebut, mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain, dan berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya bagi saya yaitu dalam bidang pendidikan. Yang terpenting adalah pemimpin yang bersih ^_^.
Selamat memilih buat masyarakat Sulawesi Selatan, mengutip kata-kata Bayu Sutiyono (presenter favoritku ^_^) “semoga pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur langsung yang pertama di sulsel ini dapat berlangsung aman. Siapa pun yang terpilih dapat bersama-sama membangun Sulsel”.
Eniwei, yang menjadi pertanyaan gw pertama kali sebenarnya sejak
sebulan lalu berada di kota Makassar dan mengenal para calon pertama
kali dari media-media kampanyenya, gw bingung deh dari dulu tuh
Makassar pemimpin daerah pasti dari kalangan itu-itu saja, maksudnya
jarang muncul nama-nama baru. Apa daerah ini kekurangan pemimpin atau
menjadi pemimpin harus memiliki latar belakang kuat? huehehe itu
pandangan singkat aja, secara gw kurang peduli dengan peta perpolitikan
di sulsel, males banget deh
,,, Jadi ingat waktu musyawarah besar Ikatan Alumni SMA ku (SMA
Unggulan 17 Makassar), ada nyeletuk kali aja suatu saat salah satu dari
kita akan menjadi pemimpin daerah ini maka kita harus dukung. Klo gw
mah, gk melihat latar belakangnya mau satu almamater ma gw tapi gk
qualified, ngapain dipilih huehehe, itupun kl gw memilih hihihihi. Jadi
excited 10-15 tahun lagi mungkin dah masanya angkatan gw yang akan
memimpin sulsel maupun Makassar. Who will be???

Assalamu alaikum...
Ikutan ah.. secara tema yang dibahas lumayan menarik: PILKADA...PILKADA SULSEL lagi (daerah asal sy)... Mau ngasih sedikit opini...
Pertama, mengutip perkataan kak Muhsin (waktu ngobrolin tema2 Pilkada), katanya hampir bisa dipastikan bahwa yang memenangkan PILKADA ini adalah yang "duitnya paling banyak" (catet).. Jadi, waktu itu k' Muhsin bilang, hampir pasti Amin Syam oppo' jadi gubernur lagi... Tapi kayaknya analisis ini berdasar pd asumsi bahwa massa pemilih di sulsel "money-oriented", dengan kata lain: "dapat dibeli"... Moga2 asumsi ini tidak terbukti...
Kedua, mengenai isu latarbelakang etnisitas, maupun keterkaitan kekeluargaan dengan "Orang Penting"... Sy setuju kita jangan memandang siapa dia dan dia darimana, yang penting apakah dia "qualified" nggak buat jadi pemimpin/orang no.1 di Sulsel (secara daerah ini mang strategis sekali).. Trus, sy SANGAT tidak setuju adanya campur tangan pihak2 tertentu yg ingin "bermain" di belakang layar... Yah, seperti isu kekeluargaannya Mansyur Ramli dengan Jusuf Kalla (sang Wapres).. Dan, isu ini sepengetahuan sy berkembang lebih dari sekadar isu... Banyak manuver2 J. Kalla (representasi dari Golkar, dan juga grup H. Kalla, PT. Bosowa) yang menggandengkan keberpihakannya pada calon ASMARA.. Dan sayangnya, menurut sy lg, publik masih termakan oleh manuver2 seperti ini... Ironis, masak kita sudah reformasi sekian lama, paradigma kita masih terpasung pada "restu tokoh yg berkuasa"? Apakah untuk menjadi kepala daerah MASIH harus sungkem kepada Orang Penting?
Terakhir, mungkin orang bilang politik itu S#cks... Mungkin ada benarnya.. Lihatlah bgmana PKS yng notabene partai Islam mendukung calon ASMARA, bukan Abdul Azis Kahar yg lebih kental warna Islamnya dibanding kedua calon lain.. Entah, ada bargaining politik apa, ato pergeseran orientasi dari partai Islam sekelas PKS.. Yang jelas, motif kepentingan berkuasa bermain disini...
Terlepas dari itu semua, nampaknya kita jg patut berbangga hati bahwa 'pesta demokrasi' dengan sistem pemilihan langsung yg pertama pun bisa digelar di Sulsel..Belum lagi melihat kenyataan bahwa para calon bisa dikatakan merepresentasikan golongan2 yg ada di masyarakat...Ini dapat dilihat dari 3 calon yg punya basis massa tersendirinya masing2(bahkan, setau sy ada 4 calon, 1 lg anaknya/saudara A. Mattalatta yg masih muda..kok g nongol? apa gak lolos verifikasi y?).. Smg output dari PILKADA I ini bener2 sesuai harapan masyarakat SULSEL.. Karena,Sekali lagi, bukan "siapa" yg menjadi masalah, namun "apa & bagaimana" sang Gubernur/wkl. Gub terpilih bisa mewujudkan harapan masyarakat... Kasian rakyat kalo birokrasi hanya jadi "sarang penyamun..."
Konklusinya, sy teringat pendapat para Ulama... bahwa yang berHAK untuk terjun ke dalam kancah politik adalah orang2 yg benar2 memahami dan menguasai politik itu sendiri.. Kalo boleh, sy cuma mau bertanya pada ke3 calon tersebut: "apakah Anda sudah ngerti politik, belum?"..Jawabannya, tentu mereka yang tahu...
Upss.. sori kepanjangan... terbawa esmosi soalnya, hehe///
Anyway, sy sepakat alumni 17 harus bisa menjadi Pemimpin daerah SULSEL di masa mendatang... ANalogi aja lah: alumni2 ITB kan banyak yg jadi pemimpin negara, harusnya alumni2 17 juga banyak yg jadi pemimpin di daerah tercinta Sulsel... *Semoga sy bisa menjadi satu dari sekian*
Posted by: Ahmad | November 5, 2007 07:52 AM
waw,,, huuu nampaknya pikirannya dah lama terpendam,, iya yah,, aneh jg tuh perpaduan PKS ma Golkar huehehehe, yah itu lah kepentingan,,,
btw, mksdnya 'ngerti politik' itu apa k,, soalnya sepemahaman sy 'politik itu seni atau utk memperoleh sesuatu' biasa dihubungkan dengan jabatan pemerintahan... hehehhe
mmm dedeh kok jd politik sih huhehehhe
Posted by: 'Fitra' | November 10, 2007 05:31 AM
hehehe... yah, bisa dibilang "pikiran terpendam yang meletus ke permukaan"... sekadar menunjukkan kepedulian terhadap kondisi daerah asal...
Hmm... untuk ngejelasin "ngerti Politik" itu apa, saya merekomendasikan (alah, kayak apa coba..) Fitra untuk membaca buku yang judulnya "PANDANGAN TAJAM TERHADAP POLITIK", ditulis oleh Syaikh Ramadhan Al-Jazairi (kalo gak salah inget, tapi judulnya persis seperti di atas).. Disitu diulas panjang lebar, mendalam dan 'panas' mengenai POLITIK (dalam perspektif Islam)... Sehabis baca itu, sy pun bertambah kesadaran, bahwa menjadi Pemimpin dan Terjun ke Ranah Politik adalah dua hal yang berbeda (dan kedua-duanya BUKANLAH HAL YANG MUDAH)...
Posted by: Ahmad | November 11, 2007 06:54 AM